4 Tipe Customer Berdasarkan DISC dan Cara Menghadapinya

4 tipe customer

TL;DR

Empat tipe customer berdasarkan model DISC adalah Dominance (tegas, cepat mengambil keputusan), Influence (ekspresif, suka berinteraksi), Steadiness (tenang, loyal), dan Compliance (detail, analitis). Masing-masing tipe punya gaya komunikasi berbeda, dan cara Anda merespons mereka menentukan apakah mereka akan kembali membeli atau justru pergi ke kompetitor.

Seorang pelanggan datang, bertanya singkat, lalu langsung bilang “oke, saya ambil.” Pelanggan berikutnya justru menghabiskan 30 menit membahas detail spesifikasi sebelum memutuskan. Dua orang ini butuh pendekatan yang sama sekali berbeda, dan di sinilah pemahaman tentang 4 tipe customer menjadi penting bagi siapa pun yang menjalankan bisnis.

Model DISC, yang pertama kali dikembangkan oleh psikolog William Moulton Marston pada 1928, membagi perilaku manusia ke dalam empat kategori utama. Dalam konteks bisnis, kerangka ini membantu tim penjualan dan customer service mengenali pola komunikasi pelanggan agar respons yang diberikan lebih tepat sasaran. Berikut penjelasan lengkap keempat tipe tersebut beserta strategi menghadapinya.

Apa Itu Model DISC dalam Konteks Pelanggan?

DISC adalah singkatan dari Dominance, Influence, Steadiness, dan Compliance. Keempat huruf ini menggambarkan empat pola perilaku dasar yang muncul saat seseorang berinteraksi, termasuk saat mereka berbelanja atau menggunakan jasa.

Perlu dicatat bahwa tidak ada orang yang 100% masuk ke satu tipe saja. Kebanyakan pelanggan punya kombinasi dua atau tiga tipe dengan satu yang dominan. Tapi mengenali kecenderungan utama mereka sudah cukup untuk menyesuaikan cara Anda berkomunikasi.

Menurut Corporate Finance Institute, memahami tipe pelanggan adalah salah satu langkah paling mendasar dalam membangun strategi penjualan yang efektif. Bisnis yang mengenali karakter pelanggannya bisa menyesuaikan pendekatan, sehingga tingkat kepuasan dan retensi meningkat.

Tipe 1: Dominance, Pelanggan yang Tidak Suka Basa-Basi

Pelanggan bertipe Dominance (D) adalah mereka yang langsung ke inti pembicaraan. Mereka tahu apa yang mereka mau, tidak suka menunggu lama, dan cenderung mengambil keputusan dengan cepat. Dalam interaksi bisnis, tipe ini sering terlihat tegas, percaya diri, dan kadang terkesan blak-blakan.

Ciri khas pelanggan tipe D:

  • Berbicara langsung ke poin utama tanpa banyak basa-basi
  • Menghargai efisiensi dan kecepatan dalam pelayanan
  • Tidak suka diberi terlalu banyak pilihan yang tidak relevan
  • Cenderung memimpin percakapan dan mengontrol arah diskusi

Cara menghadapinya: Berikan informasi yang padat dan langsung menjawab kebutuhan mereka. Hindari penjelasan bertele-tele. Jika mereka bertanya soal harga, jawab angkanya dulu, baru tambahkan konteks kalau mereka meminta. Tipe ini menghargai respons yang cepat dan solusi yang konkret.

Tipe 2: Influence, Pelanggan yang Suka Berinteraksi

Pelanggan bertipe Influence (I) adalah kebalikan dari tipe D dalam hal gaya komunikasi. Mereka senang ngobrol, antusias, dan sering menunjukkan emosi secara terbuka. Bagi mereka, pengalaman berbelanja bukan hanya soal mendapatkan produk, tapi juga soal interaksi yang menyenangkan.

Ciri khas pelanggan tipe I:

  • Ekspresif, banyak menggunakan gestur dan ekspresi wajah
  • Suka berbagi cerita dan pengalaman pribadi saat berbelanja
  • Mudah terpengaruh oleh rekomendasi dan review orang lain
  • Cenderung mengambil keputusan berdasarkan perasaan, bukan analisis mendalam

Cara menghadapinya: Bangun suasana yang hangat dan ramah. Tipe ini menikmati percakapan, jadi jangan terburu-buru memotong pembicaraan mereka. Gunakan testimoni atau cerita sukses pelanggan lain sebagai alat persuasi, karena mereka sangat responsif terhadap social proof.

Baca juga: Wirausaha: Cara Memulai dan Bertahan di Dunia Usaha

Tipe 3: Steadiness, Pelanggan Setia yang Butuh Rasa Aman

Pelanggan bertipe Steadiness (S) adalah tipe yang paling sabar dan loyal. Mereka tidak suka konflik, cenderung menjadi pendengar yang baik, dan biasanya setia pada satu merek atau toko jika sudah merasa nyaman. Tapi loyalitas ini bukan tanpa syarat: begitu mereka merasa dikecewakan, mereka jarang memberikan kesempatan kedua.

Ciri khas pelanggan tipe S:

  • Tenang, sabar, dan jarang mengeluh secara langsung
  • Sangat menghargai konsistensi dalam pelayanan
  • Butuh waktu lebih lama untuk mengambil keputusan
  • Tidak nyaman dengan perubahan mendadak atau tekanan untuk membeli

Cara menghadapinya: Berikan mereka waktu dan jangan pernah memaksa. Tipe S menghargai hubungan jangka panjang, jadi fokus pada membangun kepercayaan daripada menutup penjualan secepat mungkin. Tunjukkan bahwa Anda peduli dengan kebutuhan mereka, bukan sekadar mengejar target.

Data dari Mitracomm menunjukkan bahwa biaya mendapatkan pelanggan baru bisa 5 hingga 25 kali lebih mahal dibandingkan mempertahankan pelanggan lama. Tipe S adalah kelompok yang paling berpotensi menjadi pelanggan jangka panjang jika Anda memperlakukan mereka dengan tepat.

Tipe 4: Compliance, Pelanggan yang Menuntut Detail

Pelanggan bertipe Compliance (C) adalah tipe yang paling analitis. Mereka datang dengan riset yang sudah matang, membandingkan spesifikasi secara detail, dan tidak mudah terpengaruh oleh promosi yang terkesan berlebihan. Bagi mereka, fakta dan data lebih meyakinkan daripada kata-kata manis.

Ciri khas pelanggan tipe C:

  • Sangat memperhatikan detail, termasuk spesifikasi teknis dan syarat ketentuan
  • Mengajukan banyak pertanyaan sebelum memutuskan
  • Skeptis terhadap klaim yang tidak didukung data
  • Cenderung membandingkan beberapa opsi sebelum membeli

Cara menghadapinya: Siapkan data dan fakta pendukung. Jangan melebih-lebihkan klaim produk karena mereka akan mengecek sendiri. Berikan informasi selengkap mungkin, termasuk kekurangan produk jika ada, karena kejujuran justru meningkatkan kepercayaan tipe ini. Menurut HashMicro, pelanggan analitis yang merasa mendapat informasi lengkap cenderung lebih puas dan memberikan review positif.

Kesalahan Umum Saat Menghadapi 4 Tipe Customer

Mengenali tipe pelanggan saja tidak cukup kalau penerapannya keliru. Beberapa kesalahan yang sering terjadi:

  • Menyamaratakan semua pelanggan. Menggunakan satu script yang sama untuk semua tipe adalah cara tercepat kehilangan pelanggan. Tipe D yang dipaksa mendengar penjelasan panjang akan frustrasi, sementara tipe C yang tidak diberi informasi cukup akan ragu.
  • Menilai tipe terlalu cepat. Kesan pertama bisa menipu. Pelanggan yang awalnya terlihat tenang (tipe S) bisa berubah menjadi sangat detail (tipe C) saat membahas produk tertentu. Amati lebih lama sebelum menyesuaikan pendekatan.
  • Mengabaikan tipe S karena tidak vokal. Pelanggan Steadiness jarang mengeluh langsung, tapi bukan berarti mereka puas. Mereka cenderung pergi diam-diam dan beralih ke kompetitor tanpa memberi tahu alasannya.
  • Memaksa closing terlalu cepat pada tipe C. Pelanggan analitis butuh waktu untuk memproses informasi. Tekanan untuk segera membeli justru membuat mereka curiga.

Cara Praktis Mengenali Tipe Customer

Anda tidak perlu meminta pelanggan mengisi tes kepribadian untuk mengenali tipe mereka. Beberapa indikator sederhana bisa membantu:

  • Perhatikan kecepatan bicara. Tipe D dan I cenderung bicara cepat, tapi D langsung ke inti sementara I banyak bercerita. Tipe S dan C bicara lebih pelan dan terukur.
  • Lihat pertanyaan pertama mereka. Tipe D biasanya bertanya “Berapa harganya?” atau “Apa yang terbaik?” Tipe C bertanya “Apa spesifikasinya?” atau “Apa bedanya dengan produk X?”
  • Amati bahasa tubuh. Tipe I banyak menggunakan gestur dan ekspresi. Tipe S cenderung lebih kalem dan mengangguk pelan.

Kemampuan membaca tipe pelanggan ini bukan bakat bawaan. Seperti skill lainnya, ini bisa dilatih. Semakin sering Anda berinteraksi dengan pelanggan dan memperhatikan pola perilaku mereka, semakin tajam intuisi Anda.

Baca juga: Apa Itu Receiving dalam Bisnis?

Penerapan DISC untuk Tim Penjualan

Memahami 4 tipe customer bukan hanya tugas customer service. Tim penjualan, marketing, bahkan tim produk bisa memanfaatkan kerangka ini. Misalnya, materi promosi bisa dibuat dalam beberapa versi: satu versi singkat dan langsung untuk tipe D, satu versi yang kaya testimoni untuk tipe I, satu versi yang menekankan keandalan jangka panjang untuk tipe S, dan satu versi penuh data perbandingan untuk tipe C.

Pelatihan soft skill untuk tim juga sebaiknya memasukkan materi tentang profil DISC. Menurut data dari Dentsu Indonesia, bisnis yang berinvestasi dalam pemahaman karakter pelanggan mencatat peningkatan retensi yang konsisten dibandingkan yang hanya fokus pada akuisisi pelanggan baru.

Pada akhirnya, mengenali 4 tipe customer berdasarkan DISC bukan sekadar teori. Ini adalah alat praktis yang langsung berdampak pada cara Anda melayani pelanggan sehari-hari. Pelanggan yang merasa dipahami bukan hanya akan kembali membeli, tapi juga merekomendasikan bisnis Anda ke orang lain.

FAQ

Apa itu 4 tipe customer berdasarkan DISC?

Empat tipe customer berdasarkan DISC adalah Dominance (tegas dan cepat), Influence (ekspresif dan sosial), Steadiness (sabar dan loyal), serta Compliance (analitis dan detail). Model ini membantu bisnis menyesuaikan cara komunikasi dengan setiap tipe pelanggan.

Bagaimana cara mengenali tipe customer tanpa tes kepribadian?

Perhatikan kecepatan bicara, jenis pertanyaan pertama yang diajukan, dan bahasa tubuh pelanggan. Tipe D langsung ke inti, tipe I banyak bercerita, tipe S tenang dan mendengarkan, sementara tipe C fokus pada detail dan spesifikasi.

Tipe customer mana yang paling menguntungkan untuk bisnis?

Tipe Steadiness (S) sering dianggap paling menguntungkan dalam jangka panjang karena loyalitasnya tinggi. Namun, setiap tipe punya nilai tersendiri. Tipe I bisa menjadi promotor aktif, sementara tipe D sering membeli dalam jumlah besar dengan keputusan cepat.

Apakah satu orang bisa memiliki lebih dari satu tipe DISC?

Ya, kebanyakan orang memiliki kombinasi dua atau tiga tipe dengan satu yang dominan. Seseorang bisa bertipe D-I (tegas tapi juga ekspresif) atau S-C (sabar sekaligus detail). Kenali kecenderungan utamanya untuk menyesuaikan pendekatan komunikasi.

Apakah model DISC hanya berlaku untuk bisnis offline?

Tidak. Model DISC berlaku juga untuk interaksi online. Tipe D cenderung mengirim pesan singkat dan langsung, tipe I suka menggunakan emoji, tipe S menunggu balasan dengan sabar, dan tipe C menulis pertanyaan panjang dan terstruktur.

Scroll to Top